Menanamkan Adab dan Ilmu: Geliat Pembiasaan Sunnah dan Penguatan Literasi Santri SD Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung
SIJUNJUNG, Suasana sejuk khas perbukitan di Kabupaten Sijunjung menyambut kedatangan para santri di kompleks pendidikan Akhlak Cendekia Muslim pada Kamis pagi, 6 Agustus 2026. Memasuki hari keempat dalam pekan efektif sekolah, Sekolah Dasar (SD) Akhlak Cendekia Muslim menggelar rangkaian kegiatan spesial yang memadukan pembiasaan ibadah sunnah dengan penguatan literasi kreatif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum holistik yang dirancang oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter yang kokoh. Sejak pukul 07.15 WIB, para santri kelas I hingga kelas VI tampak tertib memasuki gerbang utama di Jalan Cendekia Muslim, yang kini semakin lancar berkat penataan infrastruktur jalan yang baru diresmikan oleh perangkat Nagari dan Bapak Jorong Pale.
Kamis di SD Akhlak Cendekia Muslim identik dengan "Hari Pembiasaan Sunnah". Mengawali aktivitas belajar, seluruh santri berkumpul di masjid dan aula sekolah untuk melaksanakan salat Dhuha berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan zikir pagi serta murajaah hafalan Al-Qur'an.
Kepala SD Akhlak Cendekia Muslim, Ustadzah Diva, menjelaskan bahwa konsistensi dalam ibadah sunnah adalah kunci pembentukan disiplin diri.
"Kami ingin para santri terbiasa menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan beban. Hari Kamis ini, kami juga memberikan edukasi mengenai keutamaan puasa sunnah Senin-Kamis bagi santri yang sudah mampu, serta memperbanyak selawat. Ini adalah ruh dari pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim," ujar Ustadzah Diva saat mendampingi santri.
Setelah sesi spiritual, kegiatan dilanjutkan dengan "Kamis Literasi". Para santri memanfaatkan fasilitas saung-saung edukasi yang tersebar di area terbuka hijau sekolah. Di sana, mereka membaca buku-buku referensi, baik bertema sains maupun kisah teladan Islami, lalu merangkumnya dalam jurnal harian mereka. Suasana belajar di saung ini terbukti efektif meningkatkan fokus santri karena mereka dapat menghirup udara segar Sijunjung yang masih asri.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim sebagai lembaga pengelola terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan fasilitas terbaik di Sijunjung. Pembangunan saung belajar, aula terbuka, hingga akses jalan yang luas adalah bentuk investasi yayasan untuk kenyamanan santri. Yayasan meyakini bahwa lingkungan yang kondusif akan mempercepat penyerapan ilmu pengetahuan.
Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam kunjungannya pada Kamis ini menekankan pentingnya sinergi antara kurikulum dan fasilitas.
"Kami di Sijunjung berupaya menghadirkan standar pendidikan yang tinggi. Hari Kamis ini, santri SD menunjukkan bahwa mereka bisa belajar dengan serius namun tetap menyenangkan di luar kelas. Fasilitas yang kami bangun, seperti akses gerbang yang baru, bertujuan agar waktu belajar santri tidak terbuang karena kendala teknis seperti kemacetan," tegas Ketua Yayasan.
Selain infrastruktur fisik, yayasan juga sangat memperhatikan manajemen waktu dan kesehatan mental santri di seluruh jenjang. Hal ini tercermin dari kebijakan strategis yang diberlakukan bagi setiap unit pendidikan.
Meskipun santri SD sedang menjalani ritme belajar yang intensif pada Kamis, 6 Agustus 2026 ini, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim tetap menjaga keseimbangan bagi santri di jenjang yang lebih muda. Sebagai bagian dari manajemen kesejahteraan anak, yayasan mempertahankan kebijakan khusus bagi unit Kelompok Bermain (KB) Akhlak Cendekia Muslim.
Berbeda dengan santri SD dan SMP yang memiliki jadwal aktivitas hingga akhir pekan, santri jenjang KB diberikan waktu libur pada setiap hari Sabtu. Kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan bahwa anak usia dini (2-4 tahun) membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak serta kesempatan untuk melakukan bonding atau penguatan ikatan emosional dengan orang tua di rumah.
"Dengan memberikan libur Sabtu bagi santri KB, kami memastikan mereka tetap ceria dan tidak mengalami kejenuhan. Stamina yang terjaga di akhir pekan membuat mereka tampil prima saat kembali ke sekolah di hari efektif seperti Kamis ini. Kami melihat santri KB ikut berbaur dengan kakak-kakak SD dalam keceriaan di halaman sekolah pagi ini, karena mereka memiliki ritme istirahat yang sangat baik," tambah perwakilan manajemen yayasan.
Kegiatan Kamis pagi ini ditutup dengan sesi diskusi kelompok di mana santri kelas tinggi (kelas IV-VI) mempresentasikan hasil bacaan mereka kepada adik-adik kelasnya. Proses ini melatih kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan rasa percaya diri santri sejak dini.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap, melalui pembiasaan sunnah dan literasi yang dilakukan secara konsisten di Sijunjung, akan lahir sosok-sosok cendekia muslim yang memiliki wawasan luas namun tetap rendah hati. Setiap langkah yang diambil di Jalan Cendekia Muslim, mulai dari salat Dhuha hingga belajar di saung, adalah investasi untuk masa depan peradaban di Kabupaten Sijunjung.
Dengan semangat yang terus menyala, SD Akhlak Cendekia Muslim membuktikan bahwa pendidikan berkualitas adalah perpaduan antara fasilitas yang mumpuni, guru yang berdedikasi, dan kebijakan manajemen yang humanis.

