Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Dimulai, Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Berlatih Membaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Dimulai, Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Berlatih Membaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Sijunjung siap sambut HUT RI ke-81. Pada Rabu, 29 Juli 2026, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim melaksanakan latihan persiapan upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini khusus dilakukan untuk santri yang ditunjuk sebagai pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada upacara 17 Agustus mendatang.

Latihan ini melibatkan beberapa pihak, termasuk santri yang ditunjuk sebagai pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ustadz dan ustadzah pembina, kepala sekolah setiap jenjang, serta santri TK, SD, dan SMP Akhlak Cendekia Muslim. Pengurus Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim juga turut serta dalam kegiatan ini.

Tujuan utama dari latihan ini adalah mempersiapkan santri agar mampu melaksanakan tugas sebagai pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan baik, percaya diri, dan sesuai tata upacara. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan.

Latihan dilakukan melalui pendampingan langsung oleh ustadz dan ustadzah. Santri berlatih membaca naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan memperhatikan pelafalan, intonasi, tempo, artikulasi, sikap tubuh, dan etika sebagai petugas upacara. Pembina memberikan evaluasi secara berkala serta motivasi agar santri semakin percaya diri.

Kegiatan persiapan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter yang dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim melalui Sekolah Akhlak Cendekia Muslim. Tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pelaksanaan upacara, latihan ini juga bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air, tanggung jawab, disiplin, serta keberanian tampil di depan umum kepada para santri.

Latihan dilaksanakan di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Kabupaten Sijunjung, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Area sekolah dimanfaatkan sebagai tempat latihan agar santri terbiasa dengan suasana pelaksanaan upacara yang sesungguhnya.

Suasana latihan berlangsung dengan penuh kesungguhan. Santri tampak berusaha memahami setiap arahan yang diberikan pembina. Sesekali pembina memberikan koreksi terhadap pengucapan, penekanan kalimat, maupun volume suara agar bacaan terdengar jelas dan berwibawa.

Latihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari membaca per paragraf, kemudian dilanjutkan membaca keseluruhan naskah hingga mencapai kelancaran yang diharapkan. Pembina juga menjelaskan makna penting Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui penjelasan tersebut, santri diharapkan tidak hanya mampu membaca naskah dengan baik, tetapi juga memahami nilai-nilai kebangsaan, persatuan, keadilan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri santri.

Kesempatan menjadi petugas upacara dipandang sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap latihan dimanfaatkan sebagai proses pembelajaran untuk melatih keberanian berbicara di depan banyak orang, menjaga konsentrasi, serta menampilkan sikap yang disiplin dan berwibawa.

Bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, pendidikan karakter tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui keterlibatan santri dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk persiapan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui pengalaman tersebut, santri belajar tentang pentingnya tanggung jawab, kerja keras, ketelitian, dan kecintaan terhadap bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan pendidikan di sekolah. Persiapan upacara juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat menghargai jasa para pahlawan.

Para ustadz dan ustadzah mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu. Oleh sebab itu, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui prestasi, akhlak yang mulia, semangat belajar, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

Selama proses latihan, santri lain turut memberikan dukungan dan motivasi kepada temannya yang mendapat amanah sebagai pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kebersamaan tersebut mencerminkan budaya saling menghargai dan bekerja sama yang terus dibangun di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berharap santri tidak hanya mampu menjalankan tugas sebagai petugas upacara dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan, cinta tanah air, serta mampu mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengisi kemerdekaan dengan prestasi, integritas, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara. Persiapan petugas upacara yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, menunjukkan bahwa Sekolah Akhlak Cendekia Muslim tidak hanya mempersiapkan kelancaran pelaksanaan Upacara Hari Kemerdekaan, tetapi juga memanfaatkan setiap kegiatan sebagai media pendidikan karakter.

Amanah yang diberikan kepada santri untuk membacakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi pengalaman berharga yang melatih keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap bangsa. Melalui pembinaan yang berkelanjutan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, sekolah berkomitmen melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam akhlak, serta memiliki semangat nasionalisme yang selaras dengan nilai-nilai Islam