Sinergi Lintas Sektor: Kehadiran Bapak Jorong Pale dan Pesan Strategis Ustadzah Diva Warnai Upacara Bendera Akbar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Sinergi Lintas Sektor: Kehadiran Bapak Jorong Pale dan Pesan Strategis Ustadzah Diva Warnai Upacara Bendera Akbar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Sijunjung, Suasana lapangan utama kompleks pendidikan Akhlak Cendekia Muslim pada Senin pagi, 3 Agustus 2026, tampak berbeda dari biasanya. Jika biasanya upacara bendera hanya diikuti oleh jenjang tertentu secara terpisah, kali ini sebuah pemandangan luar biasa tersaji: lautan santri mulai dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) berkumpul dalam satu barisan yang rapi dan khidmat.

Upacara bendera pagi ini terasa lebih istimewa dan memiliki aura yang jauh lebih kuat dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Hal ini dipicu oleh kehadiran tamu kehormatan, Bapak Jorong Pale, yang turut hadir di tengah-tengah peserta upacara sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah kewilayahan terhadap dunia pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.

Kehadiran Bapak Jorong Pale di podium kehormatan menjadi sorotan utama. Kehadiran beliau melambangkan sinergi yang harmonis antara institusi pendidikan dengan perangkat masyarakat. Dalam dunia jurnalistik pendidikan, kehadiran tokoh publik di sekolah bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk validasi bahwa Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim telah menjadi bagian integral dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Para santri, terutama jenjang SMP yang mulai memahami peran kemasyarakatan, tampak memberikan penghormatan yang luar biasa. Kehadiran tokoh masyarakat ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi para santri bahwa pendidikan yang mereka jalani saat ini memiliki dampak langsung terhadap kemajuan daerah mereka di masa depan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ustadzah Diva, yang merupakan Kepala Sekolah Dasar (SD) Akhlak Cendekia Muslim. Dalam amanatnya yang bertajuk "Fokus pada Tujuan Kita Masing-Masing", Ustadzah Diva menyampaikan pesan yang sangat mendalam dan filosofis, namun tetap mudah dicerna oleh seluruh jenjang santri yang hadir.

Beliau menekankan bahwa setiap santri, baik yang masih di tingkat KB maupun yang sudah di SMP, memiliki peran dan target yang berbeda. Namun, musuh terbesar dari keberhasilan adalah hilangnya fokus akibat terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain atau terganggu oleh hal-hal yang tidak produktif.

 

"Anak-anakku, dari yang paling kecil di KB hingga yang paling besar di SMP, dengarkan baik-baik. Dunia ini penuh dengan kebisingan yang bisa memecah konsentrasi kalian. Ada yang tujuannya menghafal satu juz, ada yang tujuannya menguasai sains, ada yang tujuannya memperbaiki adab. Apapun itu, fokuslah pada jalan yang sedang kalian tapaki. Jangan biarkan langkah kaki kalian terhenti hanya karena melihat kecepatan orang lain di jalur yang berbeda," tegas Ustadzah Diva dengan nada yang memotivasi.

 

Amanat ini seolah menjadi pengingat penting di awal bulan Agustus, di mana tahun ajaran baru sedang bergerak menuju ritme yang lebih intens. Bagi santri SMP, pesan ini menjadi bekal untuk menghadapi ujian-ujian akademik, sementara bagi santri KB dan TK, pesan ini diinternalisasikan melalui pembiasaan fokus pada tugas-tugas sederhana di kelas.

Pemandangan menarik terlihat pada barisan santri KB dan TK. Meskipun mereka masih berusia sangat dini, mereka tampak berusaha mengikuti ritme upacara dengan tertib, didampingi oleh ustadzah masing-masing. Keikutsertaan seluruh jenjang (KB, TK, SD, SMP) dalam satu upacara besar ini merupakan strategi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim untuk membangun rasa kekeluargaan dan sense of belonging (rasa memiliki) antar santri.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim terus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Dengan mempertemukan santri lintas jenjang dalam satu upacara, santri yang lebih tua belajar menjadi teladan (role model), sementara santri yang lebih muda belajar untuk menghormati kakak kelas mereka.

Meskipun hari Senin ini seluruh santri KB hadir dengan penuh semangat mengikuti upacara bendera, pihak Yayasan tetap konsisten dengan kebijakan kesejahteraan santri yang unik. Perlu diketahui bahwa dalam struktur kalender akademik Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, terdapat perbedaan jadwal khusus untuk jenjang Kelompok Bermain (KB).

Berbeda dengan santri SD dan SMP yang tetap memiliki agenda pada hari Sabtu, santri KB Akhlak Cendekia Muslim diberikan waktu libur pada hari Sabtu. Kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan psikologi perkembangan anak usia dini yang membutuhkan waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan keluarga (bonding time) di rumah.

Waktu libur Sabtu tersebut terbukti efektif, sebagaimana terlihat pada Senin pagi ini; para santri KB tampak sangat segar, ceria, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan saat mengikuti prosesi upacara bendera yang cukup panjang. Hal ini membuktikan bahwa manajemen waktu yang diterapkan yayasan mampu menjaga stamina dan kesehatan mental santri sejak usia dini.

Upacara bendera pada Senin, 3 Agustus 2026 ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin dengan khidmat. Kehadiran Bapak Jorong Pale, kepemimpinan upacara oleh Ustadzah Diva, serta partisipasi seluruh jenjang pendidikan menciptakan sebuah catatan sejarah penting bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.

Melalui amanat "Fokus pada Tujuan Kita Masing-Masing", yayasan berharap seluruh santri dapat menjalani pekan ini dengan dedikasi tinggi. Pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi soal bagaimana setiap individu mampu menatap tujuannya dengan jelas dan melangkah pasti menuju cita-cita tersebut di bawah bimbingan ustadz dan ustadzah yang berdedikasi.