Selasa Penuh Kreativitas: Santri TK B Akhlak Cendekia Muslim Belajar Tari Tradisional dan Islami

Selasa Penuh Kreativitas: Santri TK B Akhlak Cendekia Muslim Belajar Tari Tradisional dan Islami

Sijunjung, Selasa, 28 April 2026 — Suasana penuh keceriaan dan semangat tampak jelas di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim. Setiap hari Selasa menjadi hari yang istimewa bagi santri TK B, karena mereka mengikuti kegiatan pengembangan bakat melalui pembelajaran seni tari.

Santri perempuan tampak anggun mempelajari tari indang dan tari piring, sementara santri laki-laki dengan penuh energi mengikuti gerakan tari islami Kun Anta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk mengekspresikan diri sekaligus belajar nilai budaya dan keislaman. Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam proses pendidikan yang menyeluruh.

Tawa, gerakan, dan semangat santri mewarnai suasana pembelajaran. Pembelajaran seni tari memiliki banyak manfaat bagi perkembangan santri, di antaranya mengembangkan motorik kasar dan koordinasi tubuh, meningkatkan kepercayaan diri, mengenalkan budaya lokal sejak dini, menanamkan nilai-nilai Islami melalui seni, melatih kedisiplinan dan kerja sama, serta membantu santri mengekspresikan emosi secara positif.

Kegiatan berlangsung dengan metode yang menyenangkan dan bertahap. Ustadz dan ustadzah terlebih dahulu memperagakan gerakan, kemudian santri menirukan secara bersama-sama. Proses ini dilakukan berulang agar santri dapat memahami gerakan dengan baik. Santri perempuan belajar gerakan dasar dan ritme tari indang, keindahan gerakan tari piring yang penuh makna, sedangkan santri laki-laki belajar gerakan dinamis dan ekspresif dari tari Kun Anta, menampilkan semangat dan keceriaan dalam setiap gerakan.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim memahami bahwa setiap santri memiliki potensi yang berbeda. Oleh karena itu, kegiatan seperti seni tari menjadi sarana untuk menggali bakat santri, mengembangkan kreativitas, melatih keberanian tampil. Santri diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Pembelajaran tari di TK B tidak hanya berfokus pada gerakan, tetapi juga pada nilai yang terkandung di dalamnya.

Perpaduan budaya dan nilai Islami menjadi keseimbangan yang penting dalam kegiatan ini. Tari indang dan tari piring memperkenalkan santri pada kekayaan budaya Minangkabau, sementara tari Kun Anta mengajarkan nilai Islami, semangat, dan identitas sebagai Muslim. Melalui kegiatan ini, santri belajar untuk berani tampil di depan teman, mengurangi rasa malu, mengekspresikan diri. Kepercayaan diri yang dibangun sejak usia dini akan menjadi bekal penting dalam kehidupan santri di masa depan.

Kegiatan belajar tari setiap hari Selasa di TK B Akhlak Cendekia Muslim bukan hanya sekadar aktivitas seni, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter santri. Melalui setiap gerakan, santri belajar tentang keberanian, kebersamaan, serta nilai-nilai kehidupan. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang luas, antara lain meningkatkan kemampuan sosial, melatih kerja sama dengan teman, mengembangkan rasa tanggung jawab, membentuk karakter yang percaya diri. Santri tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga nilai kehidupan.

Dengan demikian, kegiatan seni tari di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim menjadi contoh nyata dari pendidikan yang holistik dan menyeluruh. Santri dapat menikmati proses belajar yang menyenangkan dan bermakna, sementara juga mempersiapkan diri untuk menjadi individu yang percaya diri, kreatif, dan berakhlak mulia. Karena setiap langkah kecil dalam gerakan hari ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju santri yang kreatif, percaya diri, dan berakhlak mulia.