Membumikan Al-Qur’an Sejak Pagi, Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Biasakan Tilawah Usai Salat Dhuha Sebelum Memulai Pembelajaran
Sijunjung, Jumat, 17 Juli 2026, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim melaksanakan pembiasaan membaca Al-Qur'an. Pembiasaan ini dilakukan setelah Salat Dhuha dan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter Islami yang diselenggarakan oleh yayasan.
Pembiasaan membaca Al-Qur'an ini melibatkan seluruh santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, mulai dari KB, TK, SD, hingga SMP. Kepala sekolah, ustadz, dan ustadzah juga turut serta dalam kegiatan ini. Mereka berperan sebagai pembimbing yang mendampingi santri selama proses tilawah.
Kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten setiap pagi, setelah pelaksanaan Salat Dhuha. Santri tidak langsung memasuki pelajaran, tetapi terlebih dahulu meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an secara tartil. Pembiasaan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, menanamkan rasa cinta kepada kitab suci, membangun ketenangan jiwa, serta mempersiapkan hati dan pikiran santri agar lebih fokus dalam menerima pelajaran.
Lingkungan sekolah yang religius, bersih, dan nyaman mendukung terciptanya suasana yang khusyuk sehingga santri dapat membaca Al-Qur'an dengan tenang dan penuh penghayatan. Lantunan ayat-ayat suci yang terdengar dari berbagai sudut sekolah menjadi identitas khas lingkungan pendidikan yang menempatkan Al-Qur'an sebagai pusat pembinaan karakter.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim memandang bahwa Al-Qur'an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang harus dipahami dan diamalkan. Dengan membiasakan tilawah setiap pagi, santri dilatih untuk selalu menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber petunjuk dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Pembiasaan membaca Al-Qur'an sebelum pembelajaran memiliki banyak manfaat bagi perkembangan spiritual maupun karakter santri. Membaca Al-Qur'an setelah Salat Dhuha membantu menenangkan hati, meningkatkan konsentrasi, serta membangun kesiapan mental sebelum menerima pelajaran.
Kebiasaan ini juga memperkuat kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, memperkaya hafalan, dan menumbuhkan rasa cinta kepada Kalamullah sejak usia dini. Bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana santri memiliki hubungan yang erat dengan Al-Qur'an dan mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Dhuha yang diikuti oleh para santri sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setelah salat selesai, santri tetap berada dalam suasana ibadah dan melanjutkan kegiatan dengan membaca Al-Qur'an secara tartil. Setiap santri membaca Al-Qur'an sesuai kemampuan dan target yang telah ditetapkan.
Ustadz dan ustadzah mendampingi secara aktif, memberikan bimbingan terhadap pelafalan huruf, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran bacaan. Pada kesempatan tertentu, santri juga diajak menyimak bacaan teman-temannya agar terbiasa saling mengoreksi dengan cara yang santun.
Setelah sesi tilawah selesai, ustadz dan ustadzah memberikan motivasi singkat mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Santri kemudian memasuki kegiatan belajar mengajar dengan hati yang lebih tenang, pikiran yang lebih fokus, dan semangat yang lebih tinggi.
Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten ini menjadikan tilawah Al-Qur'an bukan sekadar rutinitas, tetapi budaya sekolah yang memperkuat identitas Sekolah Akhlak Cendekia Muslim sebagai lembaga pendidikan yang menjadikan Al-Qur'an sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi berakhlak mulia.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim percaya bahwa generasi unggul lahir dari perpaduan antara ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kedekatan dengan Al-Qur'an. Oleh karena itu, setiap aktivitas pendidikan selalu diawali dengan pembiasaan ibadah yang menumbuhkan ketenangan hati dan semangat belajar.
Dengan fondasi tersebut, santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, beradab, serta mampu mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ikhtiar yang dilakukan secara istiqamah, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim terus berupaya melahirkan generasi Qur'ani.
Generasi Qur'ani yang mencintai Al-Qur'an, menghafalnya, memahaminya, mengamalkannya, dan menjadikannya cahaya dalam setiap langkah kehidupan demi kemaslahatan agama, bangsa, dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan santri dapat menjadi pribadi yang memiliki integritas dan karakter kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Pembiasaan membaca Al-Qur'an setelah Salat Dhuha dan sebelum pembelajaran dimulai merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an. Melalui kebiasaan yang dilakukan setiap hari, santri dibimbing untuk membangun hubungan yang dekat dengan Kalamullah.
Dengan cara ini, Al-Qur'an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang membentuk kepribadian mereka. Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim yakin bahwa dengan memulai hari dengan Al-Qur'an, santri akan memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi kehidupan dan menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan beradab.

