Menulis untuk Peradaban: Wisuda Literasi Santri dan Guru Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Jadi Bukti Nyata Budaya Literasi yang Terus Tumbuh

Menulis untuk Peradaban: Wisuda Literasi Santri dan Guru Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Jadi Bukti Nyata Budaya Literasi yang Terus Tumbuh

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim baru saja menyelenggarakan Wisuda Literasi sebagai rangkaian utama Haflah Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan kepada para santri SD dan SMP Akhlak Cendekia Muslim yang telah berhasil menyelesaikan proses penulisan dan penerbitan buku melalui program literasi sekolah.

Wisuda Literasi menjadi simbol keberhasilan program pengembangan literasi yang selama ini dijalankan oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Para santri tidak hanya diajarkan untuk membaca dan memahami berbagai sumber ilmu pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk menuangkan ide, pengalaman, pemikiran, dan kreativitas mereka ke dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca oleh masyarakat luas.

Kegiatan Wisuda Literasi melibatkan berbagai pihak yang menjadi bagian penting dalam pengembangan budaya literasi di Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Pihak-pihak yang terlibat antara lain santri SD Akhlak Cendekia Muslim, santri SMP Akhlak Cendekia Muslim, guru-guru penulis, Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, Ustadz Adhan Chaniago, Camat Sijunjung, dan lain-lain.

Tokoh utama dalam kegiatan ini adalah para santri yang telah berhasil menyelesaikan karya tulis mereka. Melalui proses yang tidak singkat, mereka belajar bagaimana mencari ide, menyusun kerangka tulisan, mengembangkan cerita atau gagasan, melakukan revisi, hingga akhirnya menghasilkan buku yang siap diterbitkan.

Selain santri, para guru juga menjadi inspirasi dalam kegiatan ini. Sebagai pendidik, mereka tidak hanya mengajarkan keterampilan menulis kepada peserta didik, tetapi juga memberikan teladan dengan menghasilkan karya mereka sendiri. Kehadiran guru penulis menunjukkan bahwa budaya belajar dan berkarya merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat.

Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, Ustadz Adhan Chaniago, menjadi sosok yang turut mendorong berkembangnya gerakan literasi di lingkungan yayasan. Melalui berbagai program yang diinisiasi, beliau terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan produktif melalui kegiatan menulis.

Wisuda Literasi dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Haflah Akhirussanah Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Pemilihan waktu ini memiliki makna yang sangat penting karena menjadi momentum penutup tahun ajaran yang tepat untuk memberikan penghargaan atas berbagai pencapaian yang telah diraih oleh para santri dan guru.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan buku karya santri dan guru secara simbolis kepada Camat Sijunjung sebagai bentuk kontribusi dunia pendidikan dalam memperkaya khazanah literasi daerah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang keberanian untuk menyampaikan gagasan, membangun pemikiran, dan menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Wisuda Literasi memiliki arti yang sangat penting karena menjadi salah satu bentuk nyata implementasi pendidikan berbasis literasi yang dikembangkan oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin menanamkan pemahaman bahwa membaca dan menulis bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga kemampuan yang dapat membuka wawasan, meningkatkan kreativitas, dan membangun peradaban.

Program literasi yang dijalankan yayasan bertujuan untuk melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada para santri bahwa karya mereka memiliki nilai dan layak untuk diapresiasi.

Pelaksanaan Wisuda Literasi berlangsung dengan penuh khidmat, kebanggaan, dan semangat apresiasi terhadap dunia literasi. Acara diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan dari pihak yayasan yang menegaskan pentingnya membangun budaya membaca dan menulis sejak dini.

Setelah itu dilaksanakan prosesi penghargaan kepada para santri dan guru yang telah berhasil menyelesaikan karya tulis mereka. Satu per satu peserta wisuda literasi dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Tepuk tangan dari para tamu undangan mengiringi setiap nama yang disebutkan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras mereka.

Momen yang sangat berkesan terjadi ketika Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, Ustadz Adhan Chaniago, menyerahkan buku secara simbolis kepada Camat Sijunjung. Penyerahan ini menjadi simbol bahwa hasil karya santri dan guru tidak hanya menjadi konsumsi internal sekolah, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat yang lebih luas.

Wisuda Literasi Tahun 2026 menjadi salah satu momentum bersejarah bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Kegiatan ini membuktikan bahwa budaya membaca dan menulis dapat tumbuh dengan baik ketika didukung oleh lingkungan pendidikan yang positif, inspiratif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap bahwa gerakan literasi yang telah dibangun selama ini dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak lagi karya-karya inspiratif di masa mendatang. Dengan demikian, sekolah tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul dalam akademik dan keagamaan, tetapi juga melahirkan generasi penulis, pemikir, dan pencipta yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.