Menyemai Karakter Lewat Kreativitas: Santri KB Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Belajar Menanam Padi dengan Media Inovatif

Menyemai Karakter Lewat Kreativitas: Santri KB Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Belajar Menanam Padi dengan Media Inovatif

SIJUNJUNG, Suara tawa riang dan binar mata penuh rasa ingin tahu menghiasi ruang kelas Kelompok Bermain (KB) Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, pada Selasa pagi (31/3/2026). Di balik meja-meja kecil, puluhan santri cilik tampak sangat serius menjalankan peran sebagai "petani cilik". Hari ini, mereka tidak sekadar bermain, melainkan sedang menjalani proses pembelajaran bermakna melalui simulasi menanam padi menggunakan media edukatif buatan sendiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) untuk menghadirkan metode pembelajaran yang konkret dan menyenangkan (joyful learning). Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, para pendidik berhasil menciptakan alat peraga yang mampu menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak usia dini secara sekaligus.

Proses pembelajaran diawali dengan pembuatan replika tanaman padi. Para santri diajak untuk menempelkan potongan kertas berwarna hijau dan kuning yang dibentuk menyerupai helai daun dan bulir padi pada sebilah stik es krim. Stik ini berfungsi sebagai batang padi yang kokoh.

Keseruan memuncak saat "sawah buatan" disiapkan. Media tanamnya berupa kardus bekas yang telah dilapisi sedemikian rupa dan diberikan lubang-lubang kecil seukuran stik es krim di seluruh permukaannya. Tugas para santri adalah "menanam" padi-padi buatan tersebut dengan cara memasukkan stik es krim ke dalam lubang-lubang kardus secara tepat.

"Kami sengaja menggunakan media yang bisa disentuh dan dimainkan secara langsung oleh anak. Memasukkan stik ke dalam lubang kardus membutuhkan konsentrasi dan koordinasi yang baik antara mata dan tangan. Ini adalah latihan dasar yang sangat penting bagi mereka," ujar salah seorang guru pendamping KB Sekolah Akhlak Cendekia Muslim.

Secara pedagogis, aktivitas menanam padi buatan ini dirancang untuk melatih motorik halus santri. Gerakan menjepit stik es krim dan mengarahkannya ke lubang kecil pada kardus membantu memperkuat otot-otot kecil di tangan dan jari-jari anak. Latihan ini merupakan prasyarat krusial sebelum anak-anak memasuki tahapan belajar memegang pensil dan menulis di jenjang pendidikan selanjutnya.

 

Selain aspek motorik, kegiatan ini juga melatih kemampuan fokus dan pemecahan masalah sederhana. Santri belajar tentang konsep ruang (atas-bawah) dan ketelitian. Suasana

Sebagai lembaga yang mengusung identitas "Sekolah Akhlak", Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim selalu menyelipkan nilai-nilai karakter dalam setiap aktivitasnya. Melalui simulasi menanam padi ini, para guru memberikan penjelasan sederhana mengenai asal-usul nasi yang mereka makan setiap hari.

Para santri diajarkan bahwa untuk menghasilkan beras, petani harus bekerja keras menanam padi di bawah terik matahari dengan penuh kesabaran. Nilai-nilai bersyukur kepada Allah SWT atas rezeki makanan dan sikap menghormati jasa orang lain ditanamkan sejak dini melalui pengalaman langsung ini.

 

"Di YPCM Sijunjung, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara motorik, tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual. Dengan berpura-pura menjadi petani, mereka belajar berempati dan menghargai setiap butir nasi yang ada di piring mereka. Inilah esensi dari pendidikan akhlak," ungkap perwakilan manajemen yayasan.

 

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim terus mendorong para pengajar untuk berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang murah namun kaya manfaat. Penggunaan bahan daur ulang seperti kardus bekas menunjukkan komitmen yayasan terhadap pendidikan yang ramah lingkungan dan kreatif.

Para orang tua santri yang menjemput tampak antusias melihat hasil karya anak-anak mereka. Mereka mengapresiasi cara sekolah mengenalkan kearifan lokal pertanian dengan cara yang modern dan edukatif. Bagi mereka, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi anak-anak di Sijunjung.

Kegiatan hari ini ditutup dengan doa bersama dan pesan agar para santri selalu menghabiskan makanan mereka sebagai bentuk rasa syukur. Melalui langkah-langkah kecil di ruang kelas KB ini, YPCM Sijunjung sedang menyemai benih-benih karakter unggul yang diharapkan akan tumbuh subur dan kuat di masa depan, layaknya hamparan padi yang hijau di bumi Sijunjung.