Harmoni di Bumi Lansek Manih: Strategi Manajemen Kurikulum YPCM Sijunjung, Santri TK Tetap Ceria di Tengah Masa STS SD dan SMP
SIJUNJUNG, Kompleks pendidikan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, menampilkan pemandangan operasional yang unik dan edukatif pada Sabtu pagi (18/4/2026). Di satu sisi, suasana di gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tampak begitu tenang, sunyi, dan sarat dengan konsentrasi tinggi. Namun di sisi lain, area Taman Kanak-Kanak (TK) justru berdenyut dengan keriuhan yang positif, di mana para santri cilik terpantau tetap melaksanakan agenda ekstrakurikuler rutin mereka dengan penuh antusiasme.
Dinamika yang kontras namun harmonis ini merupakan buah dari kebijakan manajemen kurikulum yang presisi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM). Yayasan memegang prinsip bahwa efektivitas pendidikan terletak pada ketepatan perlakuan berdasarkan fase perkembangan usia (developmentally appropriate practice). Kebijakan meliburkan sementara ekstrakurikuler bagi santri SD dan SMP demi optimalisasi Sumatif Tengah Semester (STS) Genap tidak lantas menghentikan hak bermain dan bereksplorasi bagi santri di jenjang anak usia dini.
Pihak manajemen Sekolah Akhlak Cendekia Muslim menjelaskan bahwa segmentasi kebijakan ini diambil setelah melalui pertimbangan pedagogis yang matang. Bagi santri jenjang SD dan SMP, pelaksanaan STS Genap Tahun Ajaran 2025/2026 adalah instrumen evaluasi krusial yang membutuhkan kesiapan mental dan waktu belajar mandiri yang cukup. Oleh karena itu, energi mereka difokuskan sepenuhnya pada penguatan materi akademik.
Sebaliknya, bagi santri TK, konsistensi aktivitas fisik dan stimulasi kreativitas adalah "napas" harian yang tidak boleh terputus. Libur panjang dari aktivitas fisik justru dikhawatirkan akan menurunkan motivasi dan kebahagiaan belajar mereka. Maka dari itu, program ekstrakurikuler TK seperti latihan seni, permainan ketangkasan, dan pengenalan budaya tetap berjalan normal di bawah bimbingan ustadzah pendamping yang berdedikasi.
"Kami mengelola sekolah ini sebagai satu kesatuan, namun kami sangat teliti terhadap kebutuhan spesifik setiap anak. Santri besar (SD/SMP) sedang belajar tentang tanggung jawab evaluasi, sementara santri kecil (TK) sedang belajar tentang keberanian berekspresi. Keduanya berjalan beriringan tanpa saling mengganggu," ujar salah seorang koordinator pendidikan di lingkungan YPCM Sijunjung.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim memberikan dukungan infrastruktur dan manajerial secara total terhadap model operasional yang fleksibel ini. Bagi yayasan, integritas Sekolah Akhlak tecermin dari kemampuannya mengakomodasi perbedaan kebutuhan santri secara adil. YPCM berkomitmen bahwa setiap kebijakan yang diambil harus memberikan dampak psikologis yang positif bagi seluruh warga sekolah.
Dukungan yayasan terlihat dari pengaturan zonasi lapangan dan area bermain yang tertata rapi, sehingga keriuhan santri TK saat senam atau berlatih tari tidak memecah konsentrasi kakak-kakak kelas mereka yang sedang belajar mandiri atau bersiap ujian di ruang kelas. YPCM meyakini bahwa lingkungan belajar yang dinamis seperti ini justru memberikan gambaran nyata tentang sebuah komunitas pembelajar yang saling menghargai.
"Di YPCM Sijunjung, visi kami adalah mencetak generasi 'Cendekia' yang utuh. Hal ini menuntut profesionalisme dalam manajemen waktu dan kegiatan. Tetap berjalannya ekstrakurikuler TK di tengah masa STS SD-SMP adalah bukti bahwa kami tidak menggunakan pendekatan 'pukul rata'. Kami ingin memastikan setiap santri, di usia emas maupun remaja, mendapatkan layanan pendidikan yang paling relevan dengan kondisi mereka saat ini," tegas perwakilan manajemen yayasan saat melakukan supervisi lapangan.
Kebijakan yang harmonis ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para orang tua santri. Wali santri SD/SMP merasa tenang karena anak mereka didorong untuk fokus berprestasi, sementara wali santri TK merasa senang karena anak-anak mereka tetap mendapatkan hak pengembangan bakat secara rutin.
Secara psikologis, keberadaan santri TK yang tetap aktif memberikan energi kehidupan bagi kompleks sekolah. Bagi santri SD dan SMP, melihat adik-adik kelas mereka tetap ceria menjadi pengingat bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan, sehingga beban ujian STS tidak dirasakan sebagai tekanan yang menakutkan, melainkan sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang wajar.
Kegiatan Sabtu ini ditutup dengan evaluasi lintas unit oleh pihak yayasan dan kepala sekolah. Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung terus membuktikan perannya sebagai institusi pendidikan yang matang, inovatif, dan sangat memperhatikan detail perkembangan santri.
Melalui sinergi yang kuat antara Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dengan seluruh tenaga pendidik, diharapkan Sekolah Akhlak mampu terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual (IQ), tetapi juga stabil secara emosional (EQ) dan matang secara spiritual (SQ), dimulai dari pembiasaan yang tepat sejak dini hingga masa remaja.

