Melestarikan Adat Basandi Syarak: Santri TK Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Tekuni Tari Indang untuk Panggung Wisuda
SIJUNJUNG, Suasana di kompleks Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung pada Selasa pagi (7/4/2026) tampak begitu semarak. Di tengah rutinitas akademik, sayup-sayup terdengar irama musik yang rancak diiringi suara tepukan tangan yang ritmis. Puluhan santri cilik dari TK Akhlak Cendekia Muslim tampak berbaris rapi, duduk bersaf dengan penuh konsentrasi. Hari ini, sebagaimana jadwal rutin setiap hari Selasa, mereka tengah mendalami kesenian tradisional kebanggaan Ranah Minang: Tari Indang.
Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler biasa. Di bawah naungan visi besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, pengenalan seni tari tradisional merupakan bagian dari kurikulum holistik untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat dan karakter yang mulia.
Tari Indang, atau yang sering disebut Tari Dindin Badindin, dipilih sebagai materi utama kesenian karena filosofinya yang sangat dalam. Secara historis, Tari Indang merupakan media dakwah Islam di Minangkabau. Gerakannya yang dinamis namun tetap menjaga kesopanan, serta liriknya yang sering mengandung selawat dan petuah bijak, sangat selaras dengan identitas "Sekolah Akhlak".
Di bawah bimbingan ustadzah yang telaten, para santri diajarkan untuk menyelaraskan gerakan tangan, pundak, dan kepala. Proses ini menuntut fokus yang tinggi dan kerja sama tim yang luar biasa. Melalui Tari Indang, santri belajar bahwa keindahan hanya dapat tercipta jika ada kekompakan dan rasa saling menghargai antar-sesama anggota kelompok.
"Belajar Tari Indang bagi anak usia dini memiliki manfaat pedagogis yang besar. Selain melatih koordinasi motorik kasar, kegiatan ini juga membangun disiplin dan rasa percaya diri. Namun yang terpenting, kami ingin mereka bangga terhadap identitas kebudayaan Minangkabau yang religius," ujar salah seorang ustadzah pengampu di TK Akhlak Cendekia Muslim.
Latihan rutin setiap hari Selasa ini memiliki target yang jelas dan memotivasi para santri. Seluruh rangkaian gerak tari yang dipelajari dipersiapkan secara khusus untuk ditampilkan pada acara puncak Wisuda TK Akhlak Cendekia Muslim di akhir semester nanti.
Momen wisuda dianggap sebagai panggung pembuktian bagi para santri untuk menunjukkan keberanian mereka tampil di depan publik. Dengan adanya target penampilan tersebut, santri tampak lebih bersemangat dan memiliki inisiatif tinggi dalam berlatih. Pihak sekolah meyakini bahwa pengalaman tampil di panggung besar akan menjadi memori positif yang membangun karakter kepemimpinan mereka di masa depan.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung memberikan dukungan penuh terhadap program pelestarian budaya ini. Bagi yayasan, pendidikan di Sekolah Akhlak tidak boleh tercerabut dari kearifan lokal. Konsep "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" diimplementasikan secara nyata dalam setiap aktivitas kesiswaan.
YPCM berkomitmen menyediakan fasilitas yang representatif, mulai dari ruang latihan yang nyaman hingga penyediaan atribut tari yang menunjang. Hal ini merupakan bagian dari upaya yayasan untuk memberikan pengalaman pendidikan yang eksklusif dan berkualitas bagi masyarakat Sijunjung.
"Di YPCM Sijunjung, kami ingin melahirkan generasi muslim yang moderat dan berwawasan luas. Mengenalkan Tari Indang sejak dini adalah langkah kami untuk menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman. Kami ingin santri kami menjadi 'Cendekia' yang mencintai budayanya dan taat pada agamanya," ungkap perwakilan manajemen yayasan saat meninjau jalannya latihan.
Antusiasme santri terlihat jelas dari binar mata mereka setiap kali musik pengiring diputar. Para orang tua pun menyambut positif kegiatan ini, karena melihat anak-anak mereka mulai mengenal istilah-istilah budaya Minang dan lebih berani berekspresi secara positif.
Melalui langkah-langkah kecil di lapangan sekolah setiap Selasa pagi, TK Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung terus membuktikan perannya sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang unggul. Dengan bimbingan yang tepat dan dukungan visi yang kuat dari Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, diharapkan para santri ini tumbuh menjadi generasi emas yang memiliki karakter sekuat baja, namun tetap luwes dan indah dalam berbudaya, siap membawa nama harum Sijunjung ke kancah yang lebih luas.

