Membangun Budaya Literasi: Guru Temani Murid Membaca di Rumah Baca Cendekia Muslim
Sijunjung, 19 April 2024. Di tengah tantangan rendahnya minat baca anak-anak Indonesia, upaya menumbuhkan budaya literasi sejak dini menjadi hal yang sangat penting. Salah satu langkah inspiratif ditunjukkan oleh para guru yang mengajak dan menemani murid-muridnya membaca buku di Pondok Segi Tiga Literasi, bagian dari Rumah Baca Cendekia Muslim.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Para guru hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendamping literasi yang aktif membaca bersama, memberi arahan, serta mendiskusikan isi buku dengan para murid. Pendekatan ini memberi pesan kuat bahwa membaca bukan kewajiban yang membosankan, tapi aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan bersama.
Berlokasi di area terbuka yang dikelilingi pohon rindang, Pondok Segi Tiga Literasi menawarkan suasana belajar yang tenang dan alami. Dengan desain saung sederhana, tikar baca, serta rak buku yang penuh warna, tempat ini sangat ramah bagi anak-anak untuk mengeksplorasi dunia literasi tanpa tekanan.
Anak-anak tampak antusias memilih buku-buku kesukaan mereka mulai dari cerita Islami, fabel edukatif, hingga kisah nabi. Mereka membaca sambil sesekali bertanya atau membacakan keras-keras kepada teman dan gurunya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi membaca dan bercerita, di mana murid diminta menceritakan kembali isi buku secara singkat. Ini menjadi latihan yang baik untuk kemampuan berpikir kritis, berbicara, dan menyimak.
Lebih dari sekadar membaca, interaksi hangat antara guru dan murid dalam suasana literasi ini menciptakan ikatan emosional yang kuat serta pengalaman belajar yang membekas dalam memori anak-anak.

