Menanam Benih Nasionalisme di Ranah Lansek Manih: Kreativitas Kolase Merah Putih Santri TK B Madinah Sijunjung sebagai Wujud Cinta Tanah Air
SIJUNJUNG, Atmosfer kebangsaan terasa begitu kental menyelimuti kompleks pendidikan Akhlak Cendekia Muslim di Kabupaten Sijunjung pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim menggelar berbagai kegiatan edukatif untuk memupuk jiwa patriotisme sejak dini. Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah aktivitas kreatif santri kelas TK B Madinah yang tengah asyik membuat karya kolase bendera Merah Putih.
Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas seni menempel biasa, melainkan sebuah desain instruksional yang dirancang secara mendalam oleh para pendidik untuk mengenalkan simbol negara kepada anak usia dini. Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, penanaman nilai cinta tanah air (hubbul wathon minal iman) diintegrasikan secara harmonis dengan pengembangan keterampilan motorik dan kreativitas santri.
Sejak pukul 08.30 WIB, ruang kelas TK B Madinah telah berubah menjadi bengkel seni yang penuh dengan semangat. Di atas meja-meja kecil para santri, telah tersedia berbagai potongan kertas krep berwarna merah dan putih, lem, serta lembaran pola bendera yang siap dihias. Dengan penuh ketelitian, tangan-tangan mungil para santri mulai menyobek, menggulung, dan menempelkan kertas-kertas tersebut pada pola yang tersedia.
Ustadzah pendamping kelas TK B Madinah menjelaskan bahwa pemilihan media kolase bertujuan untuk melatih kesabaran dan konsentrasi santri. Selain itu, proses membedakan warna merah untuk bagian atas dan putih untuk bagian bawah menjadi pelajaran dasar mengenai identitas bangsa yang sangat penting.
"Kami ingin anak-anak di kelas Madinah ini tidak hanya tahu warna bendera kita, tetapi juga memiliki rasa bangga saat mengerjakannya. Sambil menempel, kami bercerita tentang arti warna merah yang berarti berani dan putih yang berarti suci. Kami ingin mereka tumbuh menjadi anak-anak Sijunjung yang berani membela kebenaran dan memiliki hati yang bersih," ujar ustadzah pendamping dengan nada penuh kasih.
Keriuhan yang positif dan tawa ceria para santri saat menunjukkan jari-jari mereka yang terkena lem menjadi bumbu manis dalam proses pembelajaran pagi itu. Setiap santri tampak sangat bangga saat perlahan-lahan pola bendera di hadapan mereka mulai tertutup sempurna oleh warna Merah Putih yang menyala.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim sebagai lembaga yang mengelola institusi ini memiliki komitmen yang tak tergoyahkan dalam menyelaraskan pendidikan agama dengan nilai-nilai kebangsaan. Pihak yayasan meyakini bahwa seorang muslim yang baik adalah mereka yang juga mencintai dan berkontribusi bagi tanah airnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dalam keterangannya menekankan bahwa kegiatan di hari Kamis ini merupakan bagian dari "Pekan Merdeka" yang diselenggarakan di seluruh unit pendidikan, mulai dari KB, TK, SD, hingga SMP di Sijunjung.
"Kami di Sijunjung berupaya mencetak generasi cendekia yang tidak tercerabut dari akar budayanya. Melalui kegiatan kolase bendera di kelas TK B Madinah ini, kita sedang meletakkan batu pertama bangunan nasionalisme di hati mereka. Kami berterima kasih kepada perangkat Nagari dan Bapak Jorong Pale yang terus mendukung lingkungan sekolah agar tetap kondusif bagi kegiatan-kegiatan edukatif semacam ini," ungkap Ketua Yayasan.
Dukungan infrastruktur di Jalan Cendekia Muslim yang representatif juga memberikan kenyamanan bagi santri dalam berkreativitas. Ruang kelas yang luas dengan pencahayaan alami yang baik memastikan santri dapat fokus pada detail karya kolase mereka tanpa merasa jenuh.
Kegiatan pembuatan kolase ini juga menjadi ajang bagi santri untuk saling membantu. Santri yang lebih cepat menyelesaikan tugasnya tampak dengan sukarela membantu teman di sebelahnya yang kesulitan menempelkan kertas. Inilah esensi dari pendidikan karakter di Akhlak Cendekia Muslim; kecerdasan intelektual dan seni harus selalu dibarengi dengan adab tolong-menolong dan empati.
Para wali murid di Kabupaten Sijunjung menyambut sangat positif kegiatan ini. Banyak dari mereka yang merasa terharu melihat putra-putrinya pulang dengan membawa bendera Merah Putih hasil karya sendiri. Hal ini menciptakan dialog positif di rumah antara orang tua dan anak mengenai makna kemerdekaan dan cinta tanah air.
"Anak saya sangat senang menunjukkan hasil kolasenya. Dia bercerita dengan semangat tentang bendera Indonesia. Sebagai orang tua, kami merasa tenang karena di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, anak-anak kami dididik untuk taat beragama sekaligus cinta pada negaranya," tutur salah satu wali murid yang menjemput santri di gerbang sekolah.
Kegiatan Kamis, 13 Agustus 2026 ini diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana seluruh santri TK B Madinah mengangkat tinggi-tinggi hasil karya kolase bendera Merah Putih mereka. Sorot mata yang berbinar dan senyum yang lebar menjadi simbol harapan bagi masa depan Kabupaten Sijunjung dan Indonesia.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap, melalui langkah-langkah kecil namun konsisten seperti ini, akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki integritas moral yang kuat dan dedikasi yang tinggi bagi bangsa. Setiap potongan kertas merah dan putih yang ditempelkan hari ini adalah doa dan harapan yang dirajut untuk kemajuan peradaban Islam di bumi Lansek Manih dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

