Revolusi Pembelajaran Bahasa Inggris: Mengintip Keseruan Game Edukasi Ustadz Zulhadi di Kelas 1 Abu Bakar Ash-Shiddiq Sijunjung
SIJUNJUNG, Selasa pagi, 11 Agustus 2026, menjadi hari yang sangat istimewa bagi para santri kelas 1 Abu Bakar Ash-Shiddiq di Sekolah Dasar (SD) Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung. Sejak bel masuk berbunyi, suasana di koridor sekolah yang terletak di Jalan Cendekia Muslim ini sudah dipenuhi dengan energi yang meluap-luap. Namun, keriuhan paling dinamis justru terpancar dari dalam ruang kelas satu, di mana proses pembelajaran Bahasa Inggris sedang berlangsung dengan cara yang sangat tidak biasa: melalui rangkaian permainan seru yang interaktif.
Di bawah bimbingan Ustadz Zulhadi, ustadz pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris yang dikenal inovatif, para santri kelas 1 Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak diajak untuk sekadar duduk diam dan menghafal kosa kata dari buku teks. Sebaliknya, mereka bertransformasi menjadi pembelajar aktif yang mengeksplorasi bahasa asing melalui gerak, tawa, dan kompetisi sehat yang mengasyikkan.
Bagi sebagian anak usia dini, Bahasa Inggris seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan karena perbedaan pelafalan dan penulisan. Menyadari tantangan tersebut, Ustadz Zulhadi menerapkan metode Joyful Learning (pembelajaran menyenangkan) yang dirancang khusus untuk karakteristik santri kelas satu SD.
"Anak-anak pada usia ini memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan energi fisik yang luar biasa. Jika kita memaksakan mereka duduk diam selama satu jam hanya untuk mencatat, maka potensi serap otak mereka akan menurun. Oleh karena itu, saya merancang berbagai games edukasi agar mereka merasa bahwa Bahasa Inggris adalah sebuah petualangan, bukan beban," ungkap Ustadz Zulhadi di sela-sela kegiatannya.
Salah satu permainan yang dimainkan pagi ini adalah "The Vocabulary Race". Dalam permainan ini, Ustadz Zulhadi membagi santri menjadi beberapa kelompok kecil. Mereka harus berlomba mencocokkan benda-benda yang ada di dalam kelas dengan kartu kata dalam Bahasa Inggris yang telah disiapkan. Gelak tawa dan teriakan semangat pecah saat para santri berhasil menemukan benda yang tepat dan mengucapkannya dengan lantang di depan kelas.
Keberhasilan metode pembelajaran kreatif ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Yayasan yang menaungi sekolah ini memiliki visi yang sangat progresif dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Sijunjung. Pihak yayasan meyakini bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kreativitas pendidik dalam menyampaikan materi.
Yayasan terus memberikan dukungan penuh melalui penyediaan berbagai media pembelajaran modern dan fasilitas kelas yang sangat kondusif. Ruang kelas 1 Abu Bakar Ash-Shiddiq didesain sedemikian rupa agar aman bagi santri untuk bergerak aktif saat melakukan permainan edukatif. Selain itu, lingkungan sekolah yang asri di Sijunjung memberikan ketenangan bagi santri untuk fokus belajar sekaligus bereksplorasi.
"Kami di Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan mahir berkomunikasi secara global, namun tetap memiliki akar akhlak yang kuat. Apa yang dilakukan Ustadz Zulhadi hari ini adalah bukti nyata bahwa di Sijunjung, kita bisa menghadirkan standar pendidikan internasional dengan cara yang sangat humanis dan menyenangkan bagi santri," ujar perwakilan manajemen yayasan saat meninjau jalannya kelas.
Menariknya, permainan yang dipandu oleh Ustadz Zulhadi tidak hanya fokus pada penguasaan kosa kata. Di setiap sesi permainan, terselip penanaman adab yang kuat. Para santri diajarkan untuk saling menghargai teman, mengantre dengan tertib saat giliran bermain, serta mengucapkan "Please" (tolong) dan "Thank you" (terima kasih) dalam setiap interaksi.
Kerja sama tim yang terbentuk dalam permainan juga melatih kecerdasan sosial para santri sejak dini. Mereka belajar bahwa untuk memenangkan sebuah permainan, mereka harus saling membantu dan mendukung rekan satu timnya. Inilah esensi dari pendidikan di Akhlak Cendekia Muslim, di mana setiap aktivitas—sekecil apapun—selalu memiliki nilai tarbiyah (pendidikan) yang mendalam.
Para orang tua santri di Sijunjung menyambut sangat positif metode ini. Banyak dari mereka yang melaporkan bahwa anak-anak mereka kini lebih sering mempraktikkan kosa kata Bahasa Inggris secara spontan di rumah dengan wajah yang ceria. Hal ini membuktikan bahwa internalisasi bahasa telah berhasil dilakukan melalui cara-cara yang menyenangkan.
Kegiatan belajar di hari Selasa, 11 Agustus 2026 ini diakhiri dengan sesi refleksi singkat dan doa bersama. Senyum kepuasan terpancar dari wajah para santri kelas 1 Abu Bakar Ash-Shiddiq saat mereka meninggalkan ruang kelas. Mereka pulang tidak hanya dengan membawa pengetahuan baru, tetapi juga dengan rasa cinta yang lebih besar terhadap proses belajar itu sendiri.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berkomitmen untuk terus menduplikasi kesuksesan metode joyful learning ini ke mata pelajaran lainnya. Dengan semangat inovasi yang terus berkobar di bumi Lansek Manih, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung optimis dapat terus melahirkan lulusan-lulusan yang tangguh, mahir berbahasa dunia, dan memiliki karakter mulia sesuai dengan tuntunan Islam.

