Mengukir Kata di Alam Terbuka: Kelas Kepenulisan Santri SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Pacu Kreativitas di Saung Sekolah

Mengukir Kata di Alam Terbuka: Kelas Kepenulisan Santri SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Pacu Kreativitas di Saung Sekolah

SIJUNJUNG, Di tengah gempuran arus digital yang kian masif, SMP Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, memilih jalan yang fundamental untuk memperkuat karakter santrinya: melalui ujung pena. Pada Rabu pagi (8/4/2026), suasana di kompleks sekolah tampak berbeda. Puluhan santri jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak berada di balik meja kelas yang kaku, melainkan berkumpul dengan khidmat di saung sekolah yang asri untuk mengikuti agenda rutin kelas kepenulisan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan "Literasi Cendekia" yang digagas oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM). Yayasan meyakini bahwa kemampuan menulis bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sebuah instrumen penting dalam berdakwah, berpikir kritis, dan mengekspresikan nilai-nilai akhlak secara sistematis kepada dunia luas.

Pemilihan saung sebagai lokasi belajar kepenulisan hari ini bukanlah tanpa alasan. Secara pedagogis, lingkungan terbuka diyakini mampu merangsang kinerja otak kanan yang berkaitan dengan imajinasi dan kreativitas. Dengan semilir angin dan suasana hijau di sekitar lingkungan yayasan, para santri diajak untuk memecahkan kebekuan ide (writer’s block) yang sering dialami penulis pemula.

Dalam sesi ini, para santri mendapatkan bimbingan intensif dari Ustadzah Diva. Sebagai mentor pendamping, Ustadzah Diva memandu santri mulai dari teknik menggali ide, menyusun kerangka tulisan, hingga pemilihan diksi yang tepat dan santun sesuai dengan identitas "Sekolah Akhlak".

"Menulis adalah cara kita berbicara kepada masa depan. Di saung ini, kami ingin santri merasa bebas namun terarah. Alam memberikan mereka ketenangan, sementara bimbingan kami memberikan mereka struktur. Kami ingin mereka tahu bahwa setiap pikiran yang baik layak untuk dituliskan," ujar Ustadzah Diva di sela-sela memberikan bimbingan personal kepada para santri.

Pihak Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung memberikan dukungan penuh terhadap fasilitas dan keberlangsungan program literasi ini. Bagi yayasan, nama "Cendekia" yang disandang bukan sekadar label, melainkan cita-cita untuk melahirkan generasi muslim yang berwawasan luas, kritis, dan mampu menjadi solusi bagi masyarakat.

 

YPCM memandang bahwa tradisi kepenulisan adalah warisan agung dari para ulama terdahulu yang harus dihidupkan kembali. Dengan kemampuan menulis yang baik, santri diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan membentengi diri dari arus informasi negatif (hoaks) yang marak di era digital.

 

"Di Yayasan Cendekia Muslim, kami berkomitmen untuk mencetak santri yang tidak hanya pandai menghafal, tetapi juga pandai mengurai gagasan. Menulis adalah jihad literasi di masa kini. Kami menyediakan fasilitas saung dan mentor terbaik seperti Ustadzah Diva agar bakat-bakat terpendam santri dalam bidang literasi dapat tumbuh subur di bumi Sijunjung," ungkap perwakilan manajemen yayasan.

 

Kegiatan kepenulisan hari ini mencakup berbagai bentuk karya, mulai dari penulisan jurnal harian, artikel opini tentang isu sosial, hingga penulisan kreatif berbasis pengalaman pribadi selama menuntut ilmu di pesantren. Proses ini memaksa santri untuk merapikan logika berpikir mereka; menentukan mana pembukaan yang menarik, isi yang berbobot, dan penutup yang mengesankan.

Antusiasme santri terlihat jelas. Beberapa santri tampak sibuk berdiskusi dengan rekan sejawatnya mengenai pemilihan judul, sementara yang lain tampak sangat fokus mencurahkan isi hati mereka ke atas kertas putih. Kedekatan antara Ustadzah Diva dan para santri menciptakan suasana belajar yang dinamis, di mana kritik dan saran disampaikan secara membangun.

Melalui kelas kepenulisan yang dilakukan secara rutin di saung sekolah ini, SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung berharap dapat melahirkan bibit-bibit penulis muslim yang handal. Karya-karya terbaik para santri nantinya akan dikumpulkan dan dipublikasikan, baik melalui mading sekolah, buletin yayasan, maupun media luar, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka.

Dengan dukungan visi yang kuat dari Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dan dedikasi pengajar seperti Ustadzah Diva, SMP Akhlak Cendekia Muslim terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang komprehensif. Mereka tidak hanya mengasah otak dan hati, tetapi juga melatih tangan para santri untuk terus mengukir kebaikan melalui tulisan yang mencerahkan.