Menjaga Keseimbangan Intelektual dan Spiritual: Di Tengah Ujian STS Genap, Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Tetap Istiqomah Beribadah Pagi
SIJUNJUNG, Suasana khidmat menyelimuti kompleks pendidikan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung, pada Selasa pagi (14/4/2026). Meskipun para santri tengah berada dalam pekan krusial pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026, hal tersebut tidak sedikit pun menggeser agenda utama pembentukan karakter di sekolah tersebut. Sebelum lembar soal ujian dibagikan, seluruh santri tetap menjalankan rutinitas spiritual berupa Shalat Dhuha, zikir pagi, dan doa bersama secara berjamaah.
Konsistensi ini merupakan manifestasi nyata dari visi besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM). Bagi yayasan, ujian akademik bukanlah alasan untuk meliburkan ibadah; justru di saat-saat penuh tantangan intelektual seperti inilah, penguatan jalur langit melalui doa dan zikir menjadi semakin krusial untuk dilakukan.
Sejak pukul 07.15 WIB, sebelum memasuki ruang ujian masing-masing, para santri dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berkumpul dengan penuh adab di area Mushola dan ruang kelas yang telah dikondisikan. Di bawah bimbingan intensif ustadz dan ustadzah pendamping kelas, lantunan zikir pagi dan Asmaul Husna bergema dengan syahdu, memecah keheningan pagi di Sijunjung.
Rutinitas ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah proses tashfiyatun niyah atau penyucian niat. Pihak sekolah menekankan bahwa ketenangan batin yang didapat melalui zikir dan Shalat Dhuha memiliki dampak fisiologis dan psikologis yang signifikan. Santri yang memulai hari dengan ketenangan spiritual cenderung memiliki tingkat fokus yang lebih tinggi dan mampu mengelola kecemasan (test anxiety) dengan jauh lebih baik saat menghadapi soal-soal ujian yang menantang.
"Kami ingin para santri memahami bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Tuhan hanya akan meresap ke dalam hati yang tenang dan jujur. Dengan mengawali hari ujian lewat dhuha dan zikir, kami membekali mereka dengan ketenangan batin agar mereka tidak hanya cerdas dalam menjawab soal, tetapi juga tangguh dalam menjaga kejujuran," ujar salah seorang tenaga pendidik senior di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim.
Pihak Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program pembiasaan ini, bahkan di periode ujian sekalipun. Bagi yayasan, identitas "Sekolah Akhlak" harus tetap tegak berdiri dalam kondisi apa pun. STS Genap dipandang sebagai instrumen evaluasi akademik yang tidak boleh memisahkan aspek pembentukan karakter dari prosesnya.
YPCM berkomitmen menyediakan ekosistem pendidikan yang seimbang, di mana infrastruktur sekolah dan kurikulum dirancang untuk mendukung pertumbuhan santri secara menyeluruh (holistik). Dukungan yayasan terlihat dari penyediaan fasilitas ibadah yang memadai serta manajemen waktu yang tetap mengalokasikan durasi khusus untuk penguatan spiritual di pagi hari sebelum jadwal ujian dimulai.
"Di YPCM Sijunjung, kami tidak ingin melahirkan generasi yang 'pintar secara logika namun hampa secara spiritual'. Kami ingin santri-santri kami memiliki mentalitas juara yang religius. Tetap dilaksanakannya rutinitas dhuha, zikir, dan doa di tengah pekan ujian adalah bukti komitmen kami bahwa bagi YPCM, keberkahan ilmu jauh lebih utama daripada sekadar deretan angka di atas kertas rapor," ungkap perwakilan manajemen yayasan saat meninjau pelaksanaan ujian di lapangan.
Para pengawas ujian di unit SD dan SMP mencatat fenomena positif dari pembiasaan ini. Suasana di dalam ruang ujian terpantau sangat kondusif. Nilai-nilai kejujuran yang ditekankan saat zikir pagi tampak terimplementasi nyata; santri lebih percaya diri pada kemampuan sendiri dan menjunjung tinggi sportivitas akademik.
Doa bersama yang dipanjatkan di akhir sesi rutin pagi juga menjadi momen refleksi bagi santri untuk selalu memohon kemudahan hanya kepada Allah SWT. Harapannya, hasil yang diraih dalam STS Genap ini nantinya benar-benar mencerminkan kapasitas intelektual asli santri yang didapat secara jujur, sehingga membawa keberkahan bagi masa depan mereka.
Melalui konsistensi rutinitas pagi yang tak tergoyahkan oleh suasana ujian, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung terus membuktikan perannya sebagai lembaga pendidikan pionir yang mampu menyelaraskan standar akademik nasional dengan kekuatan nilai-nilai Islam. Dengan dukungan visi strategis yang kuat dari Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, diharapkan para santri mampu melewati pekan ujian ini dengan hasil yang gemilang secara prestasi dan mulia secara karakter.

