Geliat Bakat Pasca Kemenangan: Santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Kembali Asah Potensi Lewat Ekstrakurikuler
SIJUNJUNG, Suasana ceria dan penuh energi kembali mewarnai setiap sudut Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, Sijunjung. Pada Sabtu (4/4/2026), institusi pendidikan ini secara resmi mengaktifkan kembali seluruh rangkaian kegiatan ekstrakurikuler bagi para santri. Momentum ini menandai kembalinya aktivitas pengembangan minat dan bakat setelah sebelumnya diliburkan selama bulan suci Ramadan dan masa cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pengaktifan kembali kegiatan luar kelas ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh ratusan santri, baik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM), kegiatan ekstrakurikuler dipandang bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan instrumen vital dalam membentuk pribadi santri yang tangguh, kreatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang berlandaskan akhlakul karimah.
Selama bulan Ramadan yang lalu, fokus utama santri diarahkan pada penguatan spiritual, pendalaman Al-Qur'an, dan ibadah di dalam kelas. Kini, memasuki bulan Syawal yang bermakna "peningkatan", YPCM Sijunjung kembali mendorong santri untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan ketangkasan melalui berbagai cabang ekstrakurikuler. Mulai dari kepanduan, olahraga sunnah seperti memanah, seni islami, hingga klub sains kembali menggeliat dengan program-program yang lebih segar dan menantang.
Pihak sekolah memahami bahwa setelah masa libur panjang, santri membutuhkan wadah yang sehat untuk menyalurkan energi positif mereka. Ekstrakurikuler menjadi sarana yang tepat untuk melatih kembali kedisiplinan, kerja sama tim (teamwork), dan sportivitas yang mungkin sempat mengendur selama masa liburan di kampung halaman.
"Kami ingin memastikan bahwa semangat fitrah yang diraih saat Idul Fitri tetap terjaga dan diimplementasikan dalam bentuk kreativitas serta prestasi nyata. Ekstrakurikuler di Sekolah Akhlak bukan sekadar bermain, melainkan bagian dari jihad menuntut ilmu melalui pengembangan potensi diri yang dianugerahkan Allah SWT," ujar salah seorang koordinator kesiswaan di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim saat ditemui di lapangan.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM) Sijunjung memberikan dukungan penuh terhadap penyediaan fasilitas dan tenaga pelatih ahli di setiap cabang ekstrakurikuler. Bagi yayasan, setiap santri adalah individu unik yang memiliki potensi berbeda-beda yang harus difasilitasi pertumbuhannya. YPCM berkomitmen menyediakan ekosistem yang mendukung agar setiap bakat santri dapat tumbuh secara optimal tanpa meninggalkan identitas keislamannya.
"Di YPCM Sijunjung, kami percaya bahwa karakter unggul tidak hanya dibentuk di balik meja belajar atau melalui buku teks. Lapangan olahraga, panggung seni, dan organisasi kepanduan adalah laboratorium karakter yang nyata. Kami ingin santri Cendekia Muslim tidak hanya cerdas secara akademik (IQ), tapi juga memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ) yang mumpuni melalui soft skills ini," tegas perwakilan manajemen yayasan saat meninjau aktivitas perdana tersebut.
Yayasan juga memastikan bahwa seluruh kegiatan ekstrakurikuler tetap mengedepankan nilai-nilai adab. Sebagai contoh, dalam olahraga, santri diajarkan adab berkompetisi dan menghargai lawan, sementara dalam bidang seni, mereka diajarkan untuk mengekspresikan keindahan yang tidak melanggar syariat.
Pantauan di lokasi menunjukkan para santri tampak sangat bersemangat mengikuti instruksi dari para guru dan pelatih. Di lapangan olahraga, peluit tanda dimulainya latihan kembali terdengar nyaring, sementara di ruang-ruang kelas khusus, klub-klub literasi dan teknologi mulai merancang proyek-proyek kreatif untuk sisa semester ini.
Kegiatan hari ini juga menjadi momen silaturahmi yang hangat bagi para santri dengan rekan-rekan sehobi mereka setelah lama tidak bertemu karena libur lebaran. Kehangatan ukhuwah yang terjalin di lapangan ekstrakurikuler diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, penuh kekeluargaan, dan minim perundungan (bullying), karena santri sibuk berprestasi dan berkolaborasi.
Melalui kembalinya rutinitas ekstrakurikuler ini, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung optimis dapat terus melahirkan generasi emas yang seimbang antara otot, otak, dan hati. Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim terus membuktikan bahwa pendidikan holistik adalah kunci utama dalam membangun peradaban muslim yang unggul, kompetitif, dan berkarakter di bumi Sijunjung.

