Membasuh Jiwa di Jumat Perdana Syawal: Manifestasi Spiritualitas dan Komitmen Pendidikan Berbasis Akhlak di Yayasan Cendekia Muslim Sijunjung
SIJUNJUNG, — Kabut tipis yang menyelimuti perbukitan Kabupaten Sijunjung pada Jumat pagi, 27 Maret 2026, seolah membawa ketenangan yang berbeda. Bagi keluarga besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim (YPCM), hari ini bukan sekadar pergantian penanggalan. Ini adalah Jumat pertama di bulan Syawal 1447 Hijriah pasca-libur panjang Idul Fitri—sebuah momentum krusial yang mempertemukan kemuliaan Sayyidul Ayyam (pemimpin segala hari) dengan spirit "peningkatan" yang menjadi esensi dari bulan Syawal itu sendiri.
Di bawah naungan visi "Sekolah Akhlak", seluruh staf dan guru SD serta SMP Cendekia Muslim berkumpul di Mushola Yayasan. Mereka tidak hanya datang untuk memulai rutinitas pekerjaan, tetapi untuk melakukan tashfiyatun niyah atau penyucian niat, guna memastikan bahwa semangat ibadah Ramadan tidak menguap seiring berakhirnya bulan suci tersebut.
Secara etimologis, "Syawal" berasal dari akar kata yang berarti "menaikkan" atau "meningkatkan". Para ulama sepakat bahwa indikator keberhasilan ibadah Ramadan seseorang terlihat pada bulan Syawal. Jika kualitas ibadah dan akhlaknya meningkat, maka Ramadan-nya dianggap membuahkan hasil.
Bagi Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, filosofi Syawal ini diintegrasikan langsung ke dalam budaya kerja. Pimpinan yayasan, Ustadz Adhan Chaniago, dalam arahannya sering menekankan bahwa guru adalah uswatun hasanah (teladan yang baik). Oleh karena itu, Jumat di bulan Syawal menjadi waktu yang sangat tepat untuk melakukan konsolidasi spiritual.
"Jumat adalah hari di mana rahmat Allah tercurah paling luas, dan Syawal adalah bulan di mana kita membuktikan janji kita kepada Allah pasca-Ramadan. Di YPCM, kami ingin memastikan bahwa setiap guru masuk ke ruang kelas dengan membawa 'ruh' Ramadan yang masih menyala," ungkap salah satu pengurus yayasan di Sijunjung.
Kegiatan dimulai dengan rutinitas zikir pagi berjamaah yang menjadi ciri khas YPCM. Di dalam Mushola Yayasan yang bersahaja namun penuh kedamaian, lantunan Asmaul Husna, selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa-doa perlindungan bergema dengan syahdu. Zikir pagi di Jumat Syawal ini memiliki nuansa emosional yang lebih dalam; ada rasa syukur karena telah dipertemukan dengan hari kemenangan, sekaligus doa agar diberikan ketetapan hati (istiqomah).
Zikir ini berfungsi sebagai perisai batin bagi para pendidik. YPCM meyakini bahwa tantangan mendidik generasi masa depan di era digital tidak cukup dihadapi dengan kecerdasan intelektual semata. Dibutuhkan ketenangan jiwa dan kekuatan spiritual agar setiap ilmu yang disampaikan kepada siswa dapat meresap menjadi karakter.
Momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi (ukhuwah islamiyah). Setelah zikir bersama, para guru saling bertukar kabar dan memberikan dukungan moril. Suasana kekeluargaan ini menjadi modal sosial yang sangat kuat bagi yayasan. Di YPCM, silaturahmi bukan hanya dilakukan saat lebaran, tetapi dijaga konsistensinya setiap Jumat, terutama di bulan Syawal yang memang kental dengan nuansa saling memaafkan.
Menjelang siang, khutbah Jumat di masjid-masjid sekitar Sijunjung, termasuk yang dihadiri oleh para staf yayasan, umumnya membawa pesan tentang konsistensi ibadah. Bagi YPCM, pesan ini diterjemahkan ke dalam program kerja nyata. Pelatihan-pelatihan guru, perbaikan administrasi, hingga inovasi media pembelajaran yang dilakukan sebelumnya, semuanya diletakkan di atas fondasi spiritual hari Jumat ini.
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim menyadari bahwa untuk mencetak siswa yang berakhlak mulia, maka ekosistem pendidikannya harus "hidup" secara spiritual. Hari Jumat di bulan Syawal menjadi jembatan yang menghubungkan antara kesucian hati pasca-Ramadan dengan profesionalisme kerja di hari-hari mendatang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan Jumat di bulan Syawal, keluarga besar YPCM tidak melewatkan waktu mustajab di penghujung hari (sebelum Maghrib). Doa-doa dipanjatkan agar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim Sijunjung terus menjadi mercusuar pendidikan Islam yang menebar manfaat bagi masyarakat.
Dengan menghayati keutamaan hari Jumat di bulan Syawal, YPCM Sijunjung membuktikan bahwa mereka bukan sekadar institusi pendidikan formal, melainkan komunitas pejuang pendidikan yang mendedikasikan hidupnya untuk Allah SWT. Dari mushola yayasan hingga ke ruang-ruang kelas, cahaya Syawal dan berkah Jumat diharapkan terus menyinari langkah setiap guru di tanah Sijunjung.

